Pernahkah Anda mendengar mitologi Yunani tentang Icarus? Ia diberi sayap berlapis lilin oleh ayahnya untuk terbang membebaskan diri dari labirin. Namun, keangkuhan membuatnya mengabaikan peringatan dan terbang terlalu dekat dengan matahari. Sayap lilinnya meleleh, lalu ia jatuh terjerembab ke dasar lautan. Plot klasik semacam ini seolah sedang tayang ulang di panggung birokrasi kita, memancing senyum getir sekaligus perenungan mendalam. Aktor yang tengah menjadi sorotan utamanya? Dadan Hindayana. Mari kita putar sedikit rekam jejaknya. Dadan bukanlah tipikal politisi berwajah dingin yang sejak muda kenyang makan asam garam pemerintahan. Ia adalah seorang akademisi tulen, pakar ekologi serangga alias entomolog dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia juga pernah mengabdi sebagai Ketua Sekolah Tinggi Pertanian dan Kewirausahaan (STPK) Banau di Halmahera Utara. Logikanya, sehari-hari beliau sibuk meneliti perilaku serangga agar panen petani terselamatkan. Namun, entah plot twist m...
Competence is More Than Knowing 'How'—It's Understanding 'Why' and 'When' in the Age of AI We have all seen it. The chef trying so hard, using the wrong tool, the wrong technique, and getting more and more frustrated with each attempt. He's trying to do a basic part of his job—igniting a wok—but failing miserably. This isn't just a funny video from a kitchen. It's a powerful metaphor for competence in the modern workplace. In today's landscape, saturated with emerging technologies and AI, we are seeing a shift in the definition of "competence." It's no longer enough to just know how to perform a task. If all you offer is basic, rote competence, your skill will soon be a commodity. AI will do it faster, cheaper, and often better. The true definition of competence has shifted from "knowing the steps" to "understanding the fundamental principles, the nuance, and the 'why' behind the steps." Look at ...