Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2010

Life Guide

the brief guide less TV, more reading less shopping , more outdoors less clutter , more space less rush , more slowness less consuming , more creating less junk, more real food less busywork , more impact less driving, more walking less noise, more solitude less focus on the future , more on the present less work , more play less worry , more smiles breathe source:  http://zenhabits.net/brief-guide/

Teks, Estetika, dan Selangkangan

Teks dan estetika. Dua mantra yang memandu para juri membaca film nominasi untuk diberi piala. Salah satu juri berbagi cerita dengan salah satu pemenang di sebuah kedai kopi di Kemang. Teks: lo mau ngomong apa? Estetika: lo ngomongnya gimana? Teks tanpa estetika jadinya khotbah. Estetika tanpa teks jadinya sirkus, bukan film.

What religion you should follow

Paradoks Kekuatan Manusia

Merasa Kuat Manusia yang merasa dirinya kuat yakin mampu untuk menghadapi segala macam godaan. Tetapi begitu tergoda kenyataannya ia kerapkali ia langsung jatuh. Dan iapun merasakan kekecewaan yang mendalam. Apa sebenarnya yang salah di sini? Ternyata kenyataannya, mungkin saja ia memang kuat menghadapi godaan dalam bidang tertentu. Atau setidak-tidaknya ia merasa demikian. Tetapi ada banyak macam godaan. Dan ternyata menghadapi godaan dalam bidang lain ia sama sekali tidak memiliki kekuatan yang berarti untuk menghadapinya.

“Cerita Yang Hilang”

“Cerita Yang Hilang” Seharusnya begitu mudah untuk berbahagia. Karena kita semua adalah Kebahagiaan itu sendiri. Itulah mengapa kita lebih tertarik pada cerita-cerita dramatis, kisah tentang Kemalangan yang berjuang untuk Keberhasilan, Penindasan yang berontak demi Kemerdekaan, Keterpisahan yang berlari menuju Penyatuan dan begitulah seterusnya. Hanya dengan paradoks itulah maka kita baru bisa merasakan hidup (baca: belajar hidup). Kita mencari Cinta, mencari Bahagia, mencari Kebenaran, mencari Tuhan, bahkan kita sibuk pula mencari-cari apa yang sebenarnya musti kita cari, dan nyatanya kita tetap hidup, terlepas dari apakah kita pada akhirnya akan menemukan atau tidak apa yang tengah dicari. Kita harus turun ke dunia ini sebagai mahluk yang berjibaku mencari Kebenaran. Semua terjadi karena kita ingin kembali menjadi Diri sendiri. Dan pola pikir sebagai korban dari kehidupan pun menjadi lebih populer ketimbang paradigma bahwa kita bertanggung-jawab atas apa-apa yang kita pikirkan-kata...

Best Practices

Consciousness of Pattern

Consciousness of Pattern by Flemming Funch Our minds are to a large degree pattern matching machines. As kids we've learned the difference between tables and chairs, and to recognize which things are edible and which aren't, and that food goes into the mouth, and trash goes into the trashcan, and trashcans go outside on Thursdays. We can smoothly decipher letters and words and sentences, in the languages we know. We can recognize thin ice, friendly or angry faces, and tunes from old TV shows. We're pretty damned versatile. We're less good with more complex patterns. We certainly have developed some, and worked out a partial understanding of others. We live in societies with complicated infrastructures and we can entertain intricate theories about science and philosophy. Some of them are very useful and reusable. But we're not terribly good at being conscious of several levels at the same time. It tends to be one or another. Most people live in the ...